Journal
Keberlanjutan bukan hanya tentang aksi, tetapi juga tentang pemahaman yang mendalam
Jurnal Dassa
Insight untuk Masa Depan Berkelanjutan
Ruang bagi Tim Dassa untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan analisis berdasarkan keahlian di bidangnya. Dari konservasi, mitigasi karbon, teknologi geospasial, hingga kebijakan lingkungan, setiap tulisan di sini lahir dari pengalaman langsung dan pemahaman mendalam.
Ada satu pertanyaan sederhana yang belakangan muncul ketika saya melihat sebuah lanskap perkotaan:
“Tempat ini hijau, tetapi apakah benar-benar hidup?”
Meninjau kembali hubungan antara kesehatan manusia, ruang hijau, dan kebutuhan spesies lain untuk bertahan di kawasan perkotaan.
Jakarta, 16 September 2026 — Post-disaster recovery is not merely about rebuilding what has been damaged. It is also about ensuring that communities have a healthier environment and more resilient livelihoods to face the challenges ahead.
Through cross-sector collaboration, Dassa brings an integrated approach to ecosystem restoration and community empowerment to support more sustainable post-disaster rehabilitation and reconstruction.
Di balik kabut asap yang kembali menyelimuti Kalimantan, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut 2026 bukan sekadar “déjà vu” iklim, melainkan cerita tentang konvergensi dari berbagai faktor yang selama ini luput dari perhatian.
Jujur saja, kita lebih suka bersorak untuk striker yang mencetak gol spektakuler, ketimbang memberi tepuk tangan pada bek tengah yang melakukan tackle bersih, di dalam kotak penalti. Kita menyukai hal-hal yang mencolok, yang instan, dan yang riuh dirayakan.
Tiga tahun mungkin bukan waktu yang panjang. Namun, bagi Dassa, tiga tahun adalah perjalanan yang dipenuhi keberanian untuk memulai, ketekunan untuk bertahan, dan komitmen untuk terus menjaga.
Selama lebih dari tiga tahun terakhir, saya sering mendapat pertanyaan yang sama setiap kali memperkenalkan diri. “Lulusan Sastra Inggris? Kok bisa bekerja di bidang sustainability?” Saya selalu tersenyum canggung mendengarnya, karena dulu saya pun mempertanyakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang terdengar seperti dua dunia yang tidak saling bersinggungan. Sastra identik dengan puisi, novel, dan metafora, sementara sustainability dipenuhi istilah seperti ESG, perubahan iklim, emisi karbon, dan keanekaragaman hayati. Sulit rasanya melihat dua kata ini dalam satu kalimat.
Rasanya sudah menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak untuk mulai mengubah kebiasaan penggunaan bahan bakar fosil menjadi energi yang lebih terbarukan. Terlebih, selama bertahun-tahun kita cenderung menganggap dampak krisis iklim sebagai sesuatu yang "normal", padahal kondisi tersebut merupakan akumulasi dari konsumsi bahan bakar fosil yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Pertanyaan besarnya: bagaimana mungkin teknologi yang dianggap sebagai puncak peradaban manusia bisa melakukan kesalahan yang sangat besar? Jawabannya terletak pada perbedaan antara anggapan kita selama ini dengan kenyataan teknis tentang bagaimana Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT dan Claude sebenarnya bekerja.
Jakarta, 30 April 2026, Dassa memperoleh Opini Verifikasi Positif atas inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) periode 2025 sebagai langkah memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan komitmen dekarbonisasi perusahaan.
Lini masa media sosial kita beberapa waktu terakhir ini dipenuhi berbagai berita, termasuk salah satunya konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel membawa dampak yang terasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Mulai dari tekanan ekonomi global, lonjakan harga minyak dunia, hingga ancaman krisis energi (Al Jazeera, 2026). Dampak tersebut juga meluas hingga memunculkan kekhawatiran dan ketidakamanan akibat konflik yang sulit bisa diprediksi eskalasi maupun penurunannya.
Kita sudah hidup sekitar 100 tahun sejak inovasi plastik pertama kali lahir, sekitar 70 tahun sejak produk plastik digunakan secara massal (Thompson et al., 2009), dan sekitar 50 tahun sejak plastik secara resmi diakui sebagai salah satu sumber pencemaran global (International Maritime Organization, 1988). Saat saya menulis tulisan ini, saya berusia 24 tahun, dan pesan “buang sampah pada tempatnya” sudah ada sejak saya duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun hingga hari ini, persoalan sampah plastik masih dapat kita temui hampir di setiap sudut kehidupan.
PT Merdeka Sejahtera Persada (Dassa) secara resmi menerima Sertifikasi ISO Terintegrasi yang mencakup ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), dan ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Prosesi penyerahan sertifikat ini dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Kantor Dassa, Wisma GKBI, Jakarta, Indonesia.
Ketika air mulai surut di berbagai wilayah Sumatra, yang tertinggal bukan hanya lumpur dan puing-puing. Yang tersisa adalah duka yang jauh lebih dingin daripada banjir yang melanda Aceh, lebih kelam daripada longsor di Sumatra Utara, dan lebih sunyi daripada reruntuhan di Sumatra Barat. Hingga penghujung tahun 2025, 1.112 jiwa telah hilang (Kompas.com, 23/12). Di balik setiap angka, ada nama, ada keluarga, ada masa depan yang terputus.
Jakarta, 17 Desember 2025 — Dassa resmi meluncurkan Sakala, platform Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) terintegrasi, melalui acara “Sakala Launch: Redefining Environmental Transparency” yang diselenggarakan di Ballroom Mövenpick Jakarta, Selasa (17/12). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, mitra strategis, akademisi, praktisi lingkungan, serta media nasional.
Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan dan tempat tinggal beraneka ragam satwa, tetapi juga menjadi sumber kehidupan, penyangga keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi ruang kerja bagi banyak orang yang berjuang untuk menjaga keberlanjutannya. Hampir setiap hari, para pekerja maupun relawan harus menghadapi berbagai macam tantangan, mulai medan yang berat, ancaman satwa liar, cuaca yang ekstrem serta sulit diprediksi, hingga potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan. Oleh sebab itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap kegiatan perlindungan hutan.
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat — Dalam perjalanan sehari bersama komunitas Dayak Iban, saya diajak menyusuri kehidupan yang begitu dekat dengan alam. Desa mereka berada di tepian hutan, sangat jauh dari hiruk pikuk kota, namun memiliki tatanan sosial yang matang dalam mengelola sumber daya.
INPEX CORPORATION (Jepang), Sustainacraft Inc. (Jepang), PT Merdeka Sejahtera Persada (Indonesia), dan PT Jaga Planet Indonesia (Indonesia) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk melaksanakan studi kelayakan penerapan Joint Crediting Mechanism (JCM) pada proyek Wetland Restoration and Conservation (WRC) di Indonesia.
Bekerja di bidang konservasi hutan dan proyek karbon sering kali identik dengan data, pemetaan, dan laporan. Tapi bagi saya, ada satu hal lain yang membuat pekerjaan ini lebih hidup: fotografi.
Yogyakarta, 14 Agustus 2025 – Dassa (PT. Merdeka Sejahtera Persada) bersama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melaksanakan Ceremonial Serah Terima Beasiswa Dassa periode pertama yang diberikan kepada enam mahasiswa berprestasi Fakultas Kehutanan UGM. Acara berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FKT UGM, dihadiri jajaran pimpinan Fakultas, Board of Directors Dassa, perwakilan Semesta Foundation, serta para penerima beasiswa.
Ketika saya memutuskan untuk menjalani magang di perusahaan konservasi seperti Dassa, bayangan saya tentang pekerjaan lingkungan selalu berkaitan dengan hutan, survei lapangan, atau aktivitas langsung di tengah ekosistem alami. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa konservasi juga hidup dalam sistem, struktur, serta dokumen. Tentu saja semua dirangkai dari balik meja kerja.
Di tengah segala ketidakteraturan dunia, ada satu pola yang terus berulang dengan harmonis:
Golden Ratio. Ketika semesta tidak pernah asal mewujud.
Kita sering menemukan cangkang kosong di tepi pantai. Namun apakah kita sadar saat memperhatikan bentuknya yang spiral, ada pola tersembunyi yang telah hadir sejak semesta pertama kali terbentuk? Pola ini bernama Golden Ratio. Mari berkenalan.
Sebagian besar orang mungkin membayangkan gajah sebagai hewan besar, gemuk, lucu, jinak, dan bisa ditunggangi dengan santai — bahkan lebih santai dibanding menunggang kuda. Tak jarang, gambaran tentang gajah hanya sebatas satwa kebun binatang, tunggangan wisata, atraksi sirkus, atau tokoh kartun yang menggemaskan. Namun, pengalaman pertama saya melihat langsung gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh telah benar-benar mengubah pandangan saya, bukan hanya terhadap gajah, tetapi juga terhadap semua satwa yang masih… “liar”.
Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni sering diperingati dalam bentuk upacara simbolik. Namun, nilai-nilainya terlalu agung untuk sekadar dikenang. Lahirnya Pancasila merupakan momen terciptanya DNA Ideologis bangsa (identitas bangsa) yang bukan hanya mengatur relasi antarmanusia, tetapi juga antara manusia dan alam. Ia mewajibkan pembangunan yang adil, beradab, dan tidak menindas keberlanjutan. Ia adalah ruh bangsa, sekaligus kompas moral yang seharusnya menuntun arah pembangunan dengan etika ekologis berkelanjutan—termasuk dalam menghadapi krisis lingkungan hidup yang kini semakin nyata.
Yogyakarta, 14 Mei 2025 – Dassa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas generasi muda di bidang lingkungan dan iklim. Kali ini, Dassa hadir sebagai narasumber dalam pelatihan bertajuk “Unlocking Knowledge in NBS Carbon Project” yang diselenggarakan oleh Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setiap tanggal 1 Mei, kita biasa mengenang Hari Buruh, atau May Day. Tapi bagi saya, hari ini bukan cuma soal demonstrasi atau tuntutan upah. Ada cerita panjang tentang manusia—tentang bagaimana kita dulu berjuang, tentang bagaimana kita membangun dunia.
I joined Dassa immediately after graduating from the Forestry Engineering program at Universitas Gadjah Mada. My first day at Dassa Corp was truly enjoyable. In the following days, I had the opportunity to learn and ask questions directly to each team member, while getting to know more about them and their work. During this period, I was encouraged to engage with various tasks at my own pace.
Spending my internship at Dassa was one of the most meaningful and heartwarming experiences in my journey as an environmental learner and enthusiast. From day one, I already felt that this was not just a workplace, but a growing space—a place where people don't just work on projects, but truly care about what they stand for.
Kolaborasi adalah kunci untuk menjawab tantangan hari ini dan menyiapkan masa depan. Pada 11 April 2025, Dassa dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan kerja sama lima tahun melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Proyek karbon merupakan sebuah skema yang dibuat dalam rangka mendukung pencegahan deforestasi sekaligus konservasi keanekaragaman hayati. Berbagai pendekatan dalam konservasi menjadi penting untuk dipertimbangkan, mengingat kebutuhan biaya dan tenaga yang diperlukan dalam upaya tersebut. Salah satu pendekatan dalam mengkaji areal prioritas dalam konservasi adalah menggunakan konsep hotspot.
Empowering communities is key to successful climate solutions. Dassa’s Tempino project integrates conservation, circular economy, and local leadership, fostering sustainability, biodiversity, economic growth, and social well-being for people and nature alike.
Krisis iklim nyata, menyebabkan nelayan dan petani kehilangan mata pencaharian. Polusi dari kota memperburuk keadaan. Kesadaran dan aksi nyata diperlukan untuk mengurangi emisi dan menyelamatkan bumi demi generasi mendatang.
Sustainable development integrates economic, social, and environmental goals to ensure future well-being. Community involvement and local wisdom are vital for conservation, carbon projects, and pro-environmental behavior.