Project Carbon

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability

Selama lebih dari tiga tahun terakhir, saya sering mendapat pertanyaan yang sama setiap kali memperkenalkan diri. “Lulusan Sastra Inggris? Kok bisa bekerja di bidang sustainability?” Saya selalu tersenyum canggung mendengarnya, karena dulu saya pun mempertanyakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang terdengar seperti dua dunia yang tidak saling bersinggungan. Sastra identik dengan puisi, novel, dan metafora, sementara sustainability dipenuhi istilah seperti ESG, perubahan iklim, emisi karbon, dan keanekaragaman hayati. Sulit rasanya melihat dua kata ini dalam satu kalimat. 

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability Read More »

Memahami Krisis Iklim melalui Sphere Keamanan Manusia dan Lingkungan

Lini masa media sosial kita beberapa waktu terakhir ini dipenuhi berbagai berita, termasuk salah satunya konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel membawa dampak yang terasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Mulai dari tekanan ekonomi global, lonjakan harga minyak dunia, hingga ancaman krisis energi (Al Jazeera, 2026). Dampak tersebut juga meluas hingga memunculkan kekhawatiran dan ketidakamanan akibat konflik yang sulit bisa diprediksi eskalasi maupun penurunannya.

Memahami Krisis Iklim melalui Sphere Keamanan Manusia dan Lingkungan Read More »

Di Garis Depan Melindungi Keanekaragaman Hayati dari Pencemaran Plastik

Kita sudah hidup sekitar 100 tahun sejak inovasi plastik pertama kali lahir, sekitar 70 tahun sejak produk plastik digunakan secara massal (Thompson et al., 2009), dan sekitar 50 tahun sejak plastik secara resmi diakui sebagai salah satu sumber pencemaran global (International Maritime Organization, 1988). Saat saya menulis tulisan ini, saya berusia 24 tahun, dan pesan “buang sampah pada tempatnya” sudah ada sejak saya duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun hingga hari ini, persoalan sampah plastik masih dapat kita temui hampir di setiap sudut kehidupan.

Di Garis Depan Melindungi Keanekaragaman Hayati dari Pencemaran Plastik Read More »

Dassa Resmi Meraih Sertifikasi ISO Terintegrasi sebagai Penguatan Komitmen Tata Kelola Berkelanjutan

PT Merdeka Sejahtera Persada (Dassa) secara resmi menerima Sertifikasi ISO Terintegrasi yang mencakup ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), dan ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Prosesi penyerahan sertifikat ini dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Kantor Dassa, Wisma GKBI, Jakarta, Indonesia.

Dassa Resmi Meraih Sertifikasi ISO Terintegrasi sebagai Penguatan Komitmen Tata Kelola Berkelanjutan Read More »

Ketika Alam Berbicara, Sudahkah Kita Mendengar?

Ketika air mulai surut di berbagai wilayah Sumatra, yang tertinggal bukan hanya lumpur dan puing-puing. Yang tersisa adalah duka yang jauh lebih dingin daripada banjir yang melanda Aceh, lebih kelam daripada longsor di Sumatra Utara, dan lebih sunyi daripada reruntuhan di Sumatra Barat. Hingga penghujung tahun 2025, 1.112 jiwa telah hilang (Kompas.com, 23/12). Di balik setiap angka, ada nama, ada keluarga, ada masa depan yang terputus.

Ketika Alam Berbicara, Sudahkah Kita Mendengar? Read More »

Dassa Resmi Meluncurkan Sakala, Platform MRV Terintegrasi untuk Menata Ulang Transparansi Lingkungan Indonesia

Jakarta, 17 Desember 2025 — Dassa resmi meluncurkan Sakala, platform Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) terintegrasi, melalui acara “Sakala Launch: Redefining Environmental Transparency” yang diselenggarakan di Ballroom Mövenpick Jakarta, Selasa (17/12). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, mitra strategis, akademisi, praktisi lingkungan, serta media nasional.

Dassa Resmi Meluncurkan Sakala, Platform MRV Terintegrasi untuk Menata Ulang Transparansi Lingkungan Indonesia Read More »

Sehari Bersama Dayak Iban: Belajar Tentang Kesejahteraan yang Selaras dengan Alam

Kapuas Hulu, Kalimantan Barat — Dalam perjalanan sehari bersama komunitas Dayak Iban, saya diajak menyusuri kehidupan yang begitu dekat dengan alam. Desa mereka berada di tepian hutan, sangat jauh dari hiruk pikuk kota, namun memiliki tatanan sosial yang matang dalam mengelola sumber daya.

Sehari Bersama Dayak Iban: Belajar Tentang Kesejahteraan yang Selaras dengan Alam Read More »

Empat Perusahaan Pelopori Studi Kelayakan JCM Berbasis Nature-based Solutions di Indonesia

INPEX CORPORATION (Jepang), Sustainacraft Inc. (Jepang), PT Merdeka Sejahtera Persada (Indonesia), dan PT Jaga Planet Indonesia (Indonesia) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk melaksanakan studi kelayakan penerapan Joint Crediting Mechanism (JCM) pada proyek Wetland Restoration and Conservation (WRC) di Indonesia.

Empat Perusahaan Pelopori Studi Kelayakan JCM Berbasis Nature-based Solutions di Indonesia Read More »

Scroll to Top