Climate

Hijau Belum Tentu Hidup: Ketika Ruang Terbuka Hijau Belum Menjadi Ruang bagi Biodiversitas

Ada satu pertanyaan sederhana yang belakangan muncul ketika saya melihat sebuah lanskap perkotaan:
“Tempat ini hijau, tetapi apakah benar-benar hidup?”

Meninjau kembali hubungan antara kesehatan manusia, ruang hijau, dan kebutuhan spesies lain untuk bertahan di kawasan perkotaan.

Hijau Belum Tentu Hidup: Ketika Ruang Terbuka Hijau Belum Menjadi Ruang bagi Biodiversitas Read More »

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability

Selama lebih dari tiga tahun terakhir, saya sering mendapat pertanyaan yang sama setiap kali memperkenalkan diri. “Lulusan Sastra Inggris? Kok bisa bekerja di bidang sustainability?” Saya selalu tersenyum canggung mendengarnya, karena dulu saya pun mempertanyakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang terdengar seperti dua dunia yang tidak saling bersinggungan. Sastra identik dengan puisi, novel, dan metafora, sementara sustainability dipenuhi istilah seperti ESG, perubahan iklim, emisi karbon, dan keanekaragaman hayati. Sulit rasanya melihat dua kata ini dalam satu kalimat. 

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability Read More »

Peluang dari Tumpukan Limbah Organik, Ekonomi Sirkular sebagai Sustainable Production Tool

Rasanya sudah menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak untuk mulai mengubah kebiasaan penggunaan bahan bakar fosil menjadi energi yang lebih terbarukan. Terlebih, selama bertahun-tahun kita cenderung menganggap dampak krisis iklim sebagai sesuatu yang “normal”, padahal kondisi tersebut merupakan akumulasi dari konsumsi bahan bakar fosil yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Peluang dari Tumpukan Limbah Organik, Ekonomi Sirkular sebagai Sustainable Production Tool Read More »

Komputer Tidak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban

Pertanyaan besarnya: bagaimana mungkin teknologi yang dianggap sebagai puncak peradaban manusia bisa melakukan kesalahan yang sangat besar? Jawabannya terletak pada perbedaan antara anggapan kita selama ini dengan kenyataan teknis tentang bagaimana Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT dan Claude sebenarnya bekerja.

Komputer Tidak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Read More »

Memahami Krisis Iklim melalui Sphere Keamanan Manusia dan Lingkungan

Lini masa media sosial kita beberapa waktu terakhir ini dipenuhi berbagai berita, termasuk salah satunya konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel membawa dampak yang terasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Mulai dari tekanan ekonomi global, lonjakan harga minyak dunia, hingga ancaman krisis energi (Al Jazeera, 2026). Dampak tersebut juga meluas hingga memunculkan kekhawatiran dan ketidakamanan akibat konflik yang sulit bisa diprediksi eskalasi maupun penurunannya.

Memahami Krisis Iklim melalui Sphere Keamanan Manusia dan Lingkungan Read More »

Di Garis Depan Melindungi Keanekaragaman Hayati dari Pencemaran Plastik

Kita sudah hidup sekitar 100 tahun sejak inovasi plastik pertama kali lahir, sekitar 70 tahun sejak produk plastik digunakan secara massal (Thompson et al., 2009), dan sekitar 50 tahun sejak plastik secara resmi diakui sebagai salah satu sumber pencemaran global (International Maritime Organization, 1988). Saat saya menulis tulisan ini, saya berusia 24 tahun, dan pesan “buang sampah pada tempatnya” sudah ada sejak saya duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun hingga hari ini, persoalan sampah plastik masih dapat kita temui hampir di setiap sudut kehidupan.

Di Garis Depan Melindungi Keanekaragaman Hayati dari Pencemaran Plastik Read More »

Ketika Alam Berbicara, Sudahkah Kita Mendengar?

Ketika air mulai surut di berbagai wilayah Sumatra, yang tertinggal bukan hanya lumpur dan puing-puing. Yang tersisa adalah duka yang jauh lebih dingin daripada banjir yang melanda Aceh, lebih kelam daripada longsor di Sumatra Utara, dan lebih sunyi daripada reruntuhan di Sumatra Barat. Hingga penghujung tahun 2025, 1.112 jiwa telah hilang (Kompas.com, 23/12). Di balik setiap angka, ada nama, ada keluarga, ada masa depan yang terputus.

Ketika Alam Berbicara, Sudahkah Kita Mendengar? Read More »

Scroll to Top