Uncategorized

Hijau Belum Tentu Hidup: Ketika Ruang Terbuka Hijau Belum Menjadi Ruang bagi Biodiversitas

Ada satu pertanyaan sederhana yang belakangan muncul ketika saya melihat sebuah lanskap perkotaan:
“Tempat ini hijau, tetapi apakah benar-benar hidup?”

Meninjau kembali hubungan antara kesehatan manusia, ruang hijau, dan kebutuhan spesies lain untuk bertahan di kawasan perkotaan.

Hijau Belum Tentu Hidup: Ketika Ruang Terbuka Hijau Belum Menjadi Ruang bagi Biodiversitas Read More »

Restoring Livelihoods, Restoring Landscapes: Dassa and BRIN Advance Post-Disaster Recovery in Sumatra.

Jakarta, 16 September 2026 — Post-disaster recovery is not merely about rebuilding what has been damaged. It is also about ensuring that communities have a healthier environment and more resilient livelihoods to face the challenges ahead.

Through cross-sector collaboration, Dassa brings an integrated approach to ecosystem restoration and community empowerment to support more sustainable post-disaster rehabilitation and reconstruction.

Restoring Livelihoods, Restoring Landscapes: Dassa and BRIN Advance Post-Disaster Recovery in Sumatra. Read More »

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability

Selama lebih dari tiga tahun terakhir, saya sering mendapat pertanyaan yang sama setiap kali memperkenalkan diri. “Lulusan Sastra Inggris? Kok bisa bekerja di bidang sustainability?” Saya selalu tersenyum canggung mendengarnya, karena dulu saya pun mempertanyakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang terdengar seperti dua dunia yang tidak saling bersinggungan. Sastra identik dengan puisi, novel, dan metafora, sementara sustainability dipenuhi istilah seperti ESG, perubahan iklim, emisi karbon, dan keanekaragaman hayati. Sulit rasanya melihat dua kata ini dalam satu kalimat. 

How a 200-Year-Old Poem Changed the Way I See Sustainability Read More »

Scroll to Top