Opini

Hijau yang Tak Terlihat : Cerita dari Balik Meja Kerja.

Ketika saya memutuskan untuk menjalani magang di perusahaan konservasi seperti Dassa, bayangan saya tentang pekerjaan lingkungan selalu berkaitan dengan hutan, survei lapangan, atau aktivitas langsung di tengah ekosistem alami. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa konservasi juga hidup dalam sistem, struktur, serta dokumen. Tentu saja semua dirangkai dari balik meja kerja.

Hijau yang Tak Terlihat : Cerita dari Balik Meja Kerja. Read More »

Semesta Tidak Asal Mewujud: Golden Ratio dan Berjalan Harmoni dengan Alam.

Di tengah segala ketidakteraturan dunia, ada satu pola yang terus berulang dengan harmonis:
Golden Ratio. Ketika semesta tidak pernah asal mewujud.

Kita sering menemukan cangkang kosong di tepi pantai. Namun apakah kita sadar saat memperhatikan bentuknya yang spiral, ada pola tersembunyi yang telah hadir sejak semesta pertama kali terbentuk? Pola ini bernama Golden Ratio. Mari berkenalan.

Semesta Tidak Asal Mewujud: Golden Ratio dan Berjalan Harmoni dengan Alam. Read More »

Menjejak CINTA: Gajah Sumatera dari Monitor Satelit ke Tatapan Nyata

Sebagian besar orang mungkin membayangkan gajah sebagai hewan besar, gemuk, lucu, jinak, dan bisa ditunggangi dengan santai — bahkan lebih santai dibanding menunggang kuda. Tak jarang, gambaran tentang gajah hanya sebatas satwa kebun binatang, tunggangan wisata, atraksi sirkus, atau tokoh kartun yang menggemaskan. Namun, pengalaman pertama saya melihat langsung gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh telah benar-benar mengubah pandangan saya, bukan hanya terhadap gajah, tetapi juga terhadap semua satwa yang masih… “liar”.

Menjejak CINTA: Gajah Sumatera dari Monitor Satelit ke Tatapan Nyata Read More »

Bukan Sekadar Seremoni: Menegakkan Nilai Bangsa untuk Krisis Ekologis

Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni sering diperingati dalam bentuk upacara simbolik. Namun, nilai-nilainya terlalu agung untuk sekadar dikenang. Lahirnya Pancasila merupakan momen terciptanya DNA Ideologis bangsa (identitas bangsa) yang bukan hanya mengatur relasi antarmanusia, tetapi juga antara manusia dan alam. Ia mewajibkan pembangunan yang adil, beradab, dan tidak menindas keberlanjutan. Ia adalah ruh bangsa, sekaligus kompas moral yang seharusnya menuntun arah pembangunan dengan etika ekologis berkelanjutan—termasuk dalam menghadapi krisis lingkungan hidup yang kini semakin nyata.

Bukan Sekadar Seremoni: Menegakkan Nilai Bangsa untuk Krisis Ekologis Read More »

Scroll to Top